Four questions on the judgement day

According to Sunan Tirmidzi, Kitab Sifat Kiamat, Bab 1551 Hisab dan Qisas, No. Hadist 2341., Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam said:

The feet of a servant did not move on the judgement day so that he was asked:

  • how he spent his lifetime,
  • what he had done with his knowledge,
  • how he gained his wealth and how he spent it,
  • and how he used his body

“.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurahman telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin ‘Amir telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar bin Ayyasy dari Al A’masy dari Sa’id bin Abdullah bin Juraij dari Abu barzah Al Aslami berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya:

  • tentang umurnya untuk apa dia habiskan,
  • tentang ilmunya untuk apa dia amalkan,
  • tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana ia infaqkan,
  • dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan

“.

Dia berkata: Hadist ini hasan shahih, adapun Sa’id bin Abdullah bin Juraij dia adalah orang Basrah dan budak Abu Barzah, sedangkan Abu Barzah bernama Nadlah bin ‘Ubaid.
Sunan Tirmidzi, Kitab Sifat Kiamat, Bab 1551 Hisab dan Qisas, No. Hadist 2341.

Telah mengabarkan kepada kami Aswad bin Amir telah menceritakan kepada kamu Abu Bakar dari AlA’masy dari Sa’id bin Abdullah bin Juraij dari Abu barzaah Al Aslami ia berkata: Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:

Dua kaki manusia tidak bergeser(dari tempat berdirinya) di hari kiamat hingga ia ditanya:

  • tentang umurnya untuk apa dihabiskan,
  • tentang ilmunya apa yang telah dilakukannya,
  • tentang hartanya darimana ia dapatkan serta untuk apa ia belanjakan, dan
  • tentnag badannya untuk apa ia pergunakan

“.
Sunan Darimi, No. 536

Advertisements

Alhamdulillah Ya Allah

.

.

Bersyukur kadangkala memang luput dari perhatian kita padahal tersebut mudah untuk dilakukan. Kalau susah untuk dilakukan dengan perbuatan, setidaknya kita dapat mensyukuri nikmat yang ada dengan melalui perkataan. Apa susahnya mensyukuri nikmat yang ada hanya bermodalkan dengan lidah dan mulut kita. Masalah sebenarnya ada pada diri kita sendiri, seringkali kita merasa tidak adanya nikmat disekitar kita. Nikmat itu tidak selalu berbentuk barang dan keinginan kita, seperti:

  1. Nikmat hidup (bayangkan orang yang sudah meninggal, sudah putus amalannya kecuali tiga perkara sementara telah habis kesempatannya untuk bertobat),
  2. Nikmat muda (bayangkan kalau sudah tua, susah pergi kmana2, tenaga sudah berkurang, penglihatan, pendengarang, daya ingat berkurang seiring dengan bertambahnya usia)
  3. Nikmat sehat (bayangkan orang yang sedang sakit, misal flu yang selalu harus bersin yang tentunya mengganggu aktivitas kita),
  4. Nikmat mendapat anak (bayangkan orang yang ngga bisa punya anak, harus kesana kemari mencari solusinya dan tentu akan melibatkan banyak uang keluar, saya suka ngga habis pikir bagaimana bisa seorang anak dibuang di got, di tempat sampah, padahal anak inilah (jika sholeh/sholehah) yang akan mendoakan kita sehingga memperingan dosa kita kelak di hari kiamat)
  5. Nikmat hidup damai, tentram (bayangkan klo kita lagi perang, Ntah apa yang dipikiran mereka, Kalau tentang perbedaan suku, pendapat, tempat tinggal, negara, agama, etc., masih lebih banyak persaaman dr mereka semisal, sama2 tinggal d bumi, sama2 makan minum, sama2 manusia, Coba klo mereka lebih memikirkan persaamaan daripada perbedaan …),
  6. Nikmat lapang (bayangkan klo lagi keburu2 pasti ga enak)
  7. Nikmat kaya (bayangkan klo kita lagi miskin, susah makan apalagi bayar zakat, mumpung kaya perbayak zakat, shodaqoh, amal jariyah)
  8. Nikmat kentut (bayangkan orang yang ngga bisa kentut dan harus operasi jutaan rupiah hanya untuk bisa kentut),
  9. Tapi tentu nikmat yang paling tinggi adalah nikmat mengagungkan dan berada hidup kekal di surga-Nya

Di dalam surat Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah) stated,

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman).

Ayat ini diulang sebanyak 30X dalam Al-Quran. Sudah banyak artikel tentang mensyukuri nikmat di internet ini, tinggal kita mau atau tidak untuk melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

So, as conclusion, jangan menyesali apa yang tidak kita punyai, tapi syukurilah apa yang kita dapatkan. Kecuali untuk beberapa hal yang memang pantas untuk kita dapatkan kita harus berusaha untuk mendapatkannya :).

Ref. : http://ecpo.blogdetik.com/2009/07/23/gmt/

Bulan Rajab

Ngga terasa dah bulan Rajab ntar lagi masuk Ramadhan, perasaan baru kmaren pulang ke desa :D.  Siap-siap nyari tiket buat pulang, tapi ngga tau juga jd pulang ato kaga :D

Doa Nabi Muhammad SAW memasuki Bulan Rajab :

Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana.

smoga bermanfaat :)

*skali skali posting yang agak seriusan dikit :D*